ESTETIKA SUDUT KOTA SURABAYA
Dulu, kota ini nampak asing bagiku. Entah dimana letak daerah ketika teman sejawat menyebut arah. Dulu, aku melangkah bagaikan daun gugur yg tak tahu arah, selalu berpatokan pada mbah google dengan si cucu mapsnya, menyusuri jalanan dari satu nama ke nama lainnya.
Kini, semakin lama semakin dekat saja aku dengannya, jalanan sepi yg selalu kusapa setiap pagi, keramaian yg kujumpai setiap hari, juga macetnya kendaraan disetiap sore hari.
Tak ayal jika kini aku sudah begitu mengenalnya, juga watak pribumi di kota berpetak ini.
Terimakasih @surabaya sudah memberiku banyak cerita dan pengalaman hidup yg tak terhingga.
Kota Surabaya, merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta, namun tak sepadat ibu kota pastinya. terletak dibagian timur Indonesia tepat disekitar pesisir dan jauh dari pegunungan membuat iklim kota ini terasa begitu panas ditambah suasana kota yang penuh polusi udara juga hiruk pikuk kendaraan beroda tanpa jeda. tak banyak yang mampu bertahan hidup didalamnya, dengan iklim cuaca yang sangat membara tanpa kompensasi grafita, entah ada apa dengannya ia begitu berbeda dari kota lainnnya.
Berawal dari sebuah perjalanan untuk sebuah penghidupan membuat setiap insan harus bertahan dikota yang terasa begitu menyesakkan. Betapa tidak, jika harus hidup di kota perantauan tanpa siapa dan apa. gaya hidup kelas atas yang membahana membuat kalangan menengah kebawah harus beradaptasi lebih jauh lagi menyesuaikan diri, terlebih bagi yang berasal dari keluarga dibawah rata-rata membuat mereka berjuang mencari penghidupan tanpa iba. bukan mudah mengawali semua bagi pemula dikota barata, karena tak jarang terdengar keluh kesah dan berbagai cerita kelana muda juga tua tentang bagaimana sekawan melanglang buana demi sanak saudara juga keluarga.
.
Kota surabaya, kota yang terkenal dengan nada kerasnya juga tim bola Boneknya, selain itu ada juga julukan akrab untuk rekan juga sekawan yang tak jarang menjadi perdebatan berbagai kalangan kini menjadi kearifan budaya juga lokal bagi ciri khas kota pahlawan hingga menjadikan kota ini terdengar ke seluruh penjuru negara juga bahtera indonesia.
Jauh sebelum saat ini, selain dikenal dengan kesan pahlawannya kota ini juga dikenal dengan julukan dan kesan yang tidak mengenakkan, mengacu pada sebuah tempat lokalisasi hingga membuat kota ini terasa tidak adil jika dilihat dari sisi yang mendiskriminasi. namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan lagi karena kini telah dibabat habis oleh ratu rajawali yakni ibu Tri Risma Harini yang patut diapresiasi.
Menjadi kota metropolitan bukan berarti dipenuhi tindak kejahatan dan ketidakadilan, kota yang dikenal dan terdengar keras oleh sebagian orang tak serta merta semua itu benar adanya,menyimpan penuh cerita analogika juga estetika membuat kota ini dikenal oleh dunia karena prestasinya, demi mengangkat dan mempertahankan itu semua ibu Risma melakukan berbagai upaya, kini surabaya tak lagi sepelik dulu kala.
Dilengkapi puluhan bangunan belanda yang penuh retorika dan estetika juga bangunan tinggi yang menjulang membuat pendatang juga penduduk asli teringat bagaimana nilai sebuah juang kemerdekaan yang kini telah menjadi kota metropolitan, tak hanya itu kini surabaya telah diisi dengan puluhan taman dan bangunan yang mengesankan terutama di awal musim penghujankarena akan ada momentum dimana bunga bunga indah bermekaran, Bunga Tabebuya namanya, bunga yang memiliki estetika layaknya sakura ini membuat kota surabaya mencuat. ditanam di sepanjang jalan dan dengan dilengkapi kelap kelip berwarna warni menciptakan keindahan tersendiri saat malam hari.
Kini tak jarang tempat wisata yang mulai diciptakan untuk menambahkan kesan nyaman juga keindahan, diantaranya terdapat berbagai taman, hutan juga perkebunan dan bangunan-bangunan yang mulai dihias dan ditata ulang. saat pagi hingga sore hari kita akan disajikan dengan view bangunan mercusuar juga taman para peri baik yang berisikan bunga berwarna warni ataupun pepohonan asri yang terletak di sudut tertentu kota.
Hanya satu yang menjadikan kota ini terasa begitu mati, yakni cuaca ekstrim yang kian panas dari hari ke hari, membuat para liliput mengkerut karena panas yang begitu menyulut. kota yang semestinya bisa dinikmati dari pagi hingga sore hari, namun kini hanya bisa dinikmati pada malam hari karena cuaca panas yang kian menjadi. melihat mreka yang harus berjuang dibawah terik matahari dari terbit hingga terbenamnya matahari, atau bagi mereka yang harus menyusuri kota dari satu sisi hingga ke lain sisi yang menghabiskan banyak daya juga amunisi. terlihat dipinggiran kota dipenuhi pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangan atau para petugas yang harus bertugas dekat dengan lalu lintas yang padat tanpa pelindung atau tempat istirahat.
Ada juga yang mengatakan, bahwa hanya ada satu tempat yang mampu dinikmati pada saat siang hari untuk menghabiskan barang waktu luang atau akhir pekan agar berarti yakni bangunan kaca yang menjulang tinggi yang didalamnya dilengkapi berbagai pemenuh kebutuhan atau sekadar menyaksikan layar bioskop yang berisikan kisah, rekayasa, animasi atau histori. Selain itu tempat kuliner juga aneka rasa dan jenis makanan yang terdpat di Surabaya menjadi daya tarik baik bagi traveller asing ataupun bagi para penghuni pribumi.
Begitulah Surabaya, kota metropolitan yang menjadi salah satu kebanggan negara Indonesia, tak banyak yang tahu betapa setiap kita mampu menikmati estetika kota terutama kota Surabaya dari berbagai sudutnya, tinggal bagaimana setiap dari kita menikmatinya.
Foto by : IG @rachmalaa
Email : @rahmatrikumala.s@gmail.com
Fb : @rahma kumalasari

Komentar
Posting Komentar